Monday, July 4, 2011

Celoteh Si Kecil ~ Bentuk atau Isi


Seperti pada umumnya, setiap ada perayaan hati ulang tahun selalu ada kado yang  selalu dinantikan dan diharapkan  untuk diterima. Tidak ketinggalan Si Kecil dan sang adik yang kebetulan sedang merayakan ulang tahun bersama. Mereka berdua dirayakan secara bersama mengingat hari lahirnya yang berdekatan. Keduanya menantikan saat yang dinantikan, ketika sang ayah dan ibunya memberikan  hadiah.

Tampak  dua buah  kado dengan ukuran dan bentuk dan warna yang berbeda. Kedua kado tersebut sama-sama menarik perhatian si kecil dan adiknya. Mereka berduapun akhirnya berebut memilih salah satu dari kedua kado tersebut. Tidak ada yang mau mengalah. Saling tarik diantara mereka berdua, hingga akhirnya yang ada suara tangis yang menandai saatnya bertengkar sudah dimulai.

Setelah si kecil terdiam dipangkuan ayahnya dan  sang adik dipelukan ibunya, diperlihatkannya isi dari kado yang  mereka perebutkan tadi.

“Ini ya yang kalian berdua perebutkan,” kata sang  bapak sambil membuka bungkusan kado yang mereka  perebutkan. Tampak  sebuah  baju ultraman kesukaan mereka berdua.

“Sekarang bapak buka ya kado yang satunya, yang tidak kalian pilih, “ lanjutnya sambil membuka kado yang lain. Ternyata kado yang kedua juga berisi baju ultraman dengan motif dan warna yang sama dengan kado sebelumnya. Hanya ukurannya saja yang membedakan. Satu sesuai dengan ukuran si kecil dan satunya sesuai dengan ukuran adiknya.

Kemudian mereka berdua memakai baju yang barusan mereka terima, dan dilanjutkan lagi acara saat bertengkar yang ditandai dengan aba-aba dari si kecil kepada adiknya. Berdua mereka memperlihatkan  jurus dan ilmu ultraman seperti yang mereka lihat. Sang bapak dan ibunya hanya tersenyum melihat tingkah polah mereka berdua.

Setelah  mereka berdua merasa kecapekan, akhirnya kedua duduk bersandar disamping sang bapak dan ibunya.

”Bagaimana sudah puas sekarang kalian bertengkarnya?  Kenapa tadi  harus berebut sebuah kotak kado, bukankah masih ada kotak lainnya? Apa karena bentuknya yang lebih bagus sehingga kalian harus berebut kotak yang kalian perebutkan? Bukankah bungkusan dan bentuk kado yang lebih bagus belum tentu menjamin isinya juga bagus? Sengaja bapak dan ibu mencoba membedakan bentuk kado tersebut hanya  ingin mengetahui reaksi dari kalian berdua. Kedua buah kado yang  isinya sama saja," kata sang bapak sambil menepuk-nepuk pundak si kecil dan adiknya.


"Coba sekarang lihat botol minuman yang ada di kulkas, beraneka bentuk botol sesuai dengan kesukaan kalian masing-masing. Lihat lagi dan rasakan, bukankah isinya sama saja. Hanyalah air putih semata. Perhatikan juga beraneka ragam bentuk balon yang tadi bapak tiup. Bermacam bentuk yang menarik namun isinyapun hanyalah sebuah udara yang sama. Jadi mengapa kalian seringkali lebih melihat dan memperebutkan bentuk yang ada tanpa melihat isinya. " lanjut sang bapak


Si Kecil dan adiknya hanya bisa tersenyum geli mendengar penjelasan sang bapak. Kemudian merekapun membantu sang ibu belajar membuat roti. Dari sebuah adonan yang sama, masing-masing membuat roti sesuai dengan cetakan dan kreasi masing-masing.


Bentuk dan Isi. Kedua hal yang saling berhubungan,.Bentuk seringkali menjadi belenggu  dalam  melihat sesuatu yang terkandung didalamnya. Keindahan dan kesempurnaan suatu bentuk menjadi hal utama. Bahkan tak jarang "bentuk" mampu menimbulkan permasalahan. Sebagian merasa sebagai bagian dari bentuk yang terbaik, terluhur dan paling agung. Dan terkadang berusaha memaksakan agar timbul kesegaraman bentuk. Keindahan keberagaman terlupakan. Sebuah kemasan atau bentuk yang membuat terlena, melupakan "ISI" yang terkandung didalamnya. Melihat dari sebuah bentuk tanpa adanya keinginan untuk mengetahui makna yang terkandung dari setiap perbuatan, acara ataupun tindakan yang seharusnya dilakukan. Sehingga segala macam 'bentuk' menjadi kehilangan makna. Sebuah kebiasan saja.


"Hanyalah sebuah catatan perjalanan sambil merangkai puzzle-puzzle kisah kehidupan menjadi penuh makna."

Friday, June 24, 2011

Celoteh Si Kecil~Puaskah dengan menghafal

Seperti biasa sebelum melihat film Mickey Mouse kesukaannya, Si Kecil belajar mengulang kembali pelajaran yang telah diterimanya di sekolah. Ditemani sang adik yang tak jarang justru mengganggu Si Kecil dalam belajar. Asyik dia dengan pelajaran membaca,terkadang ucapan yang keluar ditirukan oleh sang adik yang sedang belajar bicara. Ditemani pula oleh sang ibu yang senantiasa menemani keduanya, sementara sang bapak menemani pula sambil membaca sebuah buku.

Setelah beberapa lama, dan Si Kecil merasa kesulitan maka diapun bertanya kepada sang ibu," Bu, ini membacanya gimana ya. Aku tidak bisa membacanya."

"Bukankah kemarin kamu sudah belajar huruf, coba kamu perhatikan lagi tulisan ini. Kamu ingat lagi huruf yang ada di tulisan ini. Baca pelan-pelan rangkaian huruf yang membentuk tulisan ini," kata sang ibu kepada si kecil.

Si Kecil dengan terbata-bata membaca tulisan itu, dan kemudian diulanginya lagi hingga akhirnya diapun mampu membaca tulisan itu dengan lancar.

"Coba sekarang kamu coba baca tulisan ini," katasang ibu sambil menunjukkan tulisan lainnya di buku pelajaran si kecil.

Terdiam sebentar si kecil melihat tulisan itu, dengan terbata-bata dia membacanya. Namun ada beberapa bagian yang ternyata salah, dan walaupun diulang terus menerus tetap saja tidak bisa membacanya. Dengan sabarnya sang ibu kemudian menunjukkan bagian yang salah dan memberitahu bagaiman bunyi yang benar dari tulisan itu. Si kecilpun memperhatikan dengan sungguh-sungguh,diikuti dengan sang adik yang seakan mengerti apa yang dikatakan ibunya.

"Jadi begini le,  kalau belajar hendaknya dirimu jangan hanya menghafal saja.Kalau cuma hafalan saja, nanti kamu akan kesulitan dalam membaca tulisan yang lainnya. Pahami benar pelajaran tentang huruf yang telah kamu pelajari, sehingga nantinya dirimu tidak akan kesulitan dalam pelajaran membaca," kata yang ibu selanjutnya.

"Iya le, benar kata ibumu. Dahulu bapak ini juga kesulitan dalam mengikuti pelajaran fisika. Merasa takut dengan pelajaran itu. Namun secara perlahan dengan memahami pelajaran, rumus serta hukum fisika yang ada maka perlahan juga tidak kesulitan dalam mengikuti pelajaran. Dapat mengelesaikan soal-soal fisika yang ada, dan terkadang sekarang ini juga membantu pula dalam menyelesaikan permasalahan yang ada," kata sang bapak sambil mendekati si kecil dan adiknya.

"Coba kamu lihat adikmu itu, sama seperti dirimu di waktu seusia dia. Sekarang dia hanya bisa meminta susu, minta disuapin makan, tidur, ganti celana karena basah kena pipis. Begitu diulang-ulang, sambil sekarang dia belajar menirukan omongan yang didengarnya. Seperti sebuah hafalan saja, namun dia terus berkembang mempelajari dan memahami yang baru. Hendaknya dirimupun begitu pula, pelajari dan pahami yang diajarkan hingga akhirnya kamu bisa bukan karena kamu hafal namun karena dirimu memahami apa yang kamu pelajari." lanjut sang bapak kepada si kecil.

Si kecil hanya bisa manggut-manggut mendengar penjelasan sang bapak.

"Ayo sekarang rapikan peralatan yang ada, ajak adikmu membantu. Sebentar lagi saatnya melihat film kesukaan kalian. Setelah itu saatnya doa bersama dan tidur, agar besok tidak kesiangan bangunya," kata sang ibu yang diikuti oleh si kecil dan adiknya merapikan peralatan.

Akhirnya merekapun larut dalam tidurnya, ditemani suara binatang malam sebagai teman seperjalanan.

Terkadang dalam menjalani HIDUP
terjebak dalam sebuah rutinitas
sebuah kebiasaan
hingga akhirnya menjadikannya sebagai
SEBUAH HAFALAN
membelenggu dan membuat lupa
untuk belajar memaknai
dan memahami HIDUP
 

Tuesday, June 7, 2011

Celoteh Si Kecil ~ Bermain 'Game'

Sore itu seorang bapak sedang asik di depan komputer, tampak asyik memandangi layar. Seakan-akan terikat dengan sang layar hingga tanpa disadarinya si kecil dan adiknya mendekatinya. Seperti  biasanya selalu ada permintaan, celoteh dan tingkah laku dari mereka berdua. Melihat sang bapak yang dilihatnya asyik bermain, si kecilpun timbul keisengannya.

"Ayo dek, kamu serang bapak dari sisi sebelah. Aku akan serang dari sisi satunya, kita gunakan jurus-jurus Ultraman biar monsternya bisa kita kalahkan," kata si kecil kepada adiknya yang langsung menurut kata-kata kakaknya.

Keduanya langsung menyerang, hingga sang bapak terpaksa melayani permainan itu. Bertiga mereka 'bertarung' hingga akhirnya monster (sang bapak) menyerah kepada kedua Ultraman. Karena capek merekapun akhirnya tiduran sambil ngobrol .

"Gimana sudah puas  kalian main monster-monsteran tadi, kalau sudah sekarang bapak ceritain apa yang barusan dimainkan di komputer tadi. Mau tidak le? " tanya bapak kepada si kecil.

"Mau pak, cuma itu mainan apa kok sepertinya main bola. Kayaknya lebih asyik kalau main game ikan atau balap pak. Iya kan ya dek? jawab si kecil sambil bertanya kepada adiknya. Tentu saja sang adik hanya senyam-senyum dan menurut saja .

Kemudian sang bapakpun menceritakan dengan detil game tersebut. Dalam game tersebut sebenarnya mengajak untuk mencoba menjadi sebuah manager tim sepakbola. Tentu saja untuk itu harus mengenal lebih dalam tentang tim yang akan dipimpinnya yang didalammnya terdapat assistent manager, scout, phsyco, coatch, pemain disamping adanya prasarana seperti lapangan, tempat latihan, keuangan dan aturan klub serta sepakboala itu sendiri. Dengan mengetahui fungsi, tugas, kelebihan dan kekurangan yang ada dimasing-masing bagian akan memudahkan untuk menerapkan jenis latihan, strategi yang cocok untuk team. Bermacam strategi permaian dari 4-4-2, 4-5-1, 3-5-2 dsb memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan dengan mengetahuinya maka akan membantu dalam menghadapi lawan dalam permainan sepakbola. Dengan memahami team , strategi serta permaian sepakbola itu sendiri maka semakin menikmati indahnya sepakbola.

"Jadi begitu kira-kira yang bisa kalian pelajari dari sebuah gama ini. Ibarat game tadi, dirimu seharusnya juga bisa belajar lebih dalam tentang dirimu sendiri, segala kelebihan dan kekurangan yang ada. Kamu latih dengan belajar berbagai macam strategi, dikembangkan pola-pola baru yang akan semakin membuat dirimu berkembang. Jangan cepat putus asa dan merasa unggul. Namun  juga jangan terlalu ngoyo. Kamu nikmati keindahan hidup ini seperti keindahan permainan sepakbola tadi. Disamping mengembangkan dirimu, kamu lihat juga sekitarmu. Lihat dan pelajari. Bersama sekitarmu kamu akan bermain kehidupan bersama-sama." jelas sang bapak.

"Ayo le sekarang bersama kita belajar gama ikanmu, sehingga nantinya dirimu tidak hanya asal makan dan memakan. Namun akan memahami permainan dari sebuah game tadi dan ada sesuatu yang bisa kau ambil dari game ikanmu," lanjut sang bapak.

Mereka bertigapun akhirnya larut dalam sebuah game ikan, sambil menunggu kedatangan sang ibu yang sedang membeli minuman beras kencur dan kunyit asem .



Sebuah 'game' seringkali mampu membuat seseorang mampu larut dan hanyut kedalamnya namun sebenarnya dari sanalah mungkin banyak hal yang bisa dipelajari dari sebuah 'game' sederhana.



Tuesday, May 31, 2011

Celoteh Si Kecil ~ Belajar menulis dan membaca


Suatu ketika adik si kecil  sedang asyik membuat coretan-coretan dengan menggunakan spidol di  whiteboard . Saking asyiknya tidak diperhatikannya lagi sang kakak (Si Kecil) yang diam-diam mengamati tingkah adiknya. Coret-coret yang penuh warna, entah bentuk apa yang dibuatnya.

“Buat apa tho dik, dari tadi kok cuma corat-coret saja?” tanya si kecil kepada adiknya

“Buat 'mbil,” jawab sang adil singkat dengan vocal yang belum jelas, maklum baru belajar bicara.

“Hehehehe…….mosok  seperti ini mobil. Kalau mobil ya seperti ini.” Lanjut Si Kecil sambil dirinya membuat gambar mobil  yang sebenarnya juga belum bisa dikatakan sebuah mobil kalau diamati dengan benar-benar. Hanyalah sebuah kotak dengan roda yang menurutnya sudah merupakan  gambar mobil yang benar.

“Ayo sekarang kakak ajarin membuat huruf , kemudian dibaca ya, "kata si kecil sambil kemudian membuat huruf  A sd Z. Kemudian dibacanya dan ditirukan oleh adiknya.


Setelah selesai mereka berdua membacanya, sang ibu kemudian mengajari membuat rangkaian suku kata dari huruf-huruf itu. Membuat suatu kata sederhana. Bertiga mereka belajar, ditemani pula dengan sang bapak. Diperhatikannya mereka bertiga, dalam hatinya iapun berguman,"Sekarang si kecil sedang belajar mengenal huruf dan mencoba membuat suatu rangkaian suku kata (kata). Semoga kelak dia juga bisa mengenal dan memahami dirinya. Menerima dirinya secara utuh dan menyadari bahawa dirinya hanyalah sebagai salah satu huruf. Sebuah huruf yang membutuhkan huruf yang lain agar tercipta sebuah rangkaian hidup yang indah. Sebuah huruf yang mampu memberikan sesuatu yang berguna bagi huruf lainnya. Bersama-sama dengan huruf yang lain memberikan sesuatu yang berguna bagi sesamanya."

~Manungso iku iso rumongso ananging uga biso rumongso iso~ 

Monday, May 30, 2011

Celoteh Si Kecil ~ Ayo belajar 'memasak'

Dua orang kakak beradik sedang asyik bermain bersama, di teras rumah bermain mobil-mobilan. Berdua Si Kecil dan adiknya bermain, sambil bersenda gurau. Celoteh-celoteh anak kecil yang menjadi penyejuk dikala rasa penat terasa. Lama mereka bermain hingga akhirnya merekapun ribut dan adik si kecil akhirnya berlari masuk ke dalam rumah sambil menangis. Mencari ibunya untuk 'melaporkan' perbuatan kakaknya. Si kecilpun tak lama masuk menemui ibunya juga 'melaporkan' kenapa adiknya menangis. Si ibu hanya bisa tertawa mendengar keterangan mereka berdua. Setelah semua diam si ibu melanjutkan memasak untuk makan siang. Sedangkan Si kecil dan adiknya bermain dengan sang bapak.

 "Kenapa le, kamu tidak mau bermain masak-memasak dengan adikmu. Hingga akhirnya dia menangis?" tanya sang bapak kepada si kecil.

"Aku maunya main mobil-mobilan atau main robot. Aku ndak mau kalau main masak-masakan, itu kan mainan anak perempuan. Aku kan laki-laki." jawab si kecil.

"O jadi karena kamu merasa itu mainan anak perempuan jadi kamu tidak mau ya?" tanya sang bapak lagi.

"Lha iya pak, nanti kalau dilihat teman-temanku kan aku jadi malu, masak mainan anak perempuan." jawab si kecil.

"Lihat itu adikmu aja tidak malu bermain masak-masakan, jadi kenapa harus malu. Ayo sekarang kita bantu ibumu memotong sayuran yang akan dimasak. Ajak adik juga." kata sang bapak, kemudian mereka bertigapun berada di dapur membantu memotong sayuran yang akan dimasak dan melihat semua bahan masakan yang akhirnya dimasak oleh ibunya menjadi sebuah masakan.

Mereka berempatpun akhirnya makan siang bersama, dengan lahapnya si kecil dan adiknya menghabiskan makanan mereka. Dan setelah selesai makan sang bapak melanjutkan ceritanya.

"Tadi kamu malu bermain masak-masakan dengan  adikmu, sekarang bukankah dengan membantu ibumu memasak membuat dirimu mengetahui sayuran dan bumbu-bumbu yang dibutuhkan serta cara memasak hingga menjadi sebuah makanan yang enak. Seringkali kita ini malu dilihat orang dan sudah terkotak-kotakkan antara laki-laki dan perempuan. Hingga akhirnya laki-laki tidak boleh mengerjakan  pekerjaan perempuan, begitu juga sebaliknya. Bahkan tidak jarang timbuk pembedaan antara laki-laki dan perempun. Walaupun ada beberapa  hal yang memang tidak bisa digantikan antara laki-laki dan perempuan. Karena itu laki-laki dan perempuan sama saja, harus saling membantu satu dengan yang lainnya. Kemudian dengan belajar memasak kamu juga bisa belajar untuk membuat suatu masakan yang enak juga dipengaruhi sayuran, bumbu dan cara memasaknya. Dan untuk membuatnya juga harus dimasak. Demikian juga dirimu apabila diibaratkan sebuah masakan, maka dirimu ini harus kamu masak dengan sungguh-sungguh. Dengan ketekunan, kejujuran, kesabaran semoga kamu mampu memasak diri yang mampu memberikan makanan yang lesat bagi sesamamu melalui karya dan tindakanmu." kata sang bapak kepada si kecil sambil melirik ke istrinya yang hanya bisa tersenyum melihat raut muka si kecil dan adiknya.

Setelah kenyang, akhirnya si kecil dan adiknya tidur siang dengan ditemani sang bapak dan ibunya.

Wednesday, May 25, 2011

Celoteh Si Kecil ~ Semua Makhluk Berguna

Suatu ketika Si Kecil sedang melihat sang bapak sedang asyik mengupas mangga muda. Diperhatikannya mangga yang telah dipotong-potong, kemudian ia mengambil sebuah dan dimakannya. Mungkin karena rasanya yang masam, dibuangnya potongan mangga itu. Sang bapak hanya tersenyum geli melihat tingkah polah si kecil.

"Kenapa le, kok kamu buang mangganya. Tidak enak ya?" tanya sang bapak.
"Lha iya pak, rasanya aja masam kayak gini. Apa enaknya makanan seperti ini, aku ndak suka yang masam-masam. Buah yang ndak ada gunanya, mendingan dibuang aja ya pak," jawab si kecil dengan ketusnya.

"Jangan berfikir dan menilai seperti itu le, setiap buah itu juga mempunyai kegunaan masing-masing. Coba kamu ingat lagi waktu kemarin belajar memasak. Bukankah waktu itu juga ada buah asam jawa yang dimasukkan sehingga membuat sayur asam menjadi lebih enak rasanya. Seperti juga juga buah belimbing wuluh yang rasanya masam itu juga seringkali dicampur dalam masakan agar rasanya lebih enak. Begitu juga dengan mangga muda ini yang rasanya asam, bukankah kamu suka kalau sudah dibuah suatu manisan?" kata sang bapak kepada si kecil.

"Hehehehehe.........iya pak, aku lupa. Benar juga asam jawa, belimbing wuluh, sekarang mangga muda ini. Sama-sama rasanya masam, tapi kalau diolah bisa menambah rasa suatu masakan bahkan bisa juga menjadi makanan yang enak ya," jawab si kecil sambil tersenyum-senyum menyadari kekeliruannya.

"Nah sekarang kamu ingat-ingat lagi ya le. Seringkali kita ini sebagai manusia yang penuh dengan kekurangan, justru seringkali menyalahkan dan membuat kekurangan itu sebagai sebuah alasan untuk pembenaran diri sendiri. Aku ndak suka, aku tak ingin, aku ndak mau, aku ndak cocok. Kata-kata yang seringkali terlontar begitu kita tidak mampu untuk melakukan sesuatu. Bahkan tidak jarang karena terlalu menyalahkan diri maka menjadi minder, rendah diri, tidak  pede untuk melakukan sesuatu. Kekurangan yang dimiliki justru dijadikan senjata untuk pembenaran pribadi. Akan lebih parah lagi kalau kita melihat dan menilai kekurangan seseorang, dan menghakiminya sebagai manusia yang tidak berguna. Tidak pantas lagi untuk berteman, bersahabat dengannya. Sadar bahwa kita sebagai manusia itu penuh dengan kekurangan itu baik. Namun  akan lebih baik apabila kita mampu menerima setiap kekurangan itu, memperbaiknya dengan mengolah diri ini hingga akhirnya menjadikannya sebuah pelengkap untuk menjadi manusia yang lebih baik. Serta mau menerima sekitar kita yang juga penuh dengan kekurangan, berdamai, bekerja sama, maka akan menjadikan hidup ini lebih indah. Semua makhluk itu berguna dengan segala kekurangan yang ada," kata sang bapak sambil mencoba menjelaskan kepada si kecil.

Si kecilpun akhirnya tersenyum-senyum mendengar kata-kata sang bapak. Kemudian mereka berduapun membuat sambal sebagai pelengkap mangga muda untuk dinikmati. Sambil menunggu sang ibu dan adik si kecil yang sedang berbelanja.

Semoga semua makhluk hidup berbahagia.

Thursday, April 14, 2011

Celoteh Si Kecil ~ Tanaman

Suatu ketika Si Kecil diminta oleh gurunya di sekolah untuk membawa satu buah pot tanaman untuk diletakkan di halaman sekolah. Jenis tanaman yang dibawa tidak ditentukan. Sepulang dari sekolah diapun bercerita kepada adiknya apa yang terjadi di sekolah, termasuk tanaman yang dibawanya. Sang adik hanya bisa menganggukkan saja, sambil sesekali menyahut dengan ucapan yang belum jelas karena baru belajar bicara. Hingga akhirnya Si Bapak mendengar dan ikut dalam pembicaraan

"Bagaimana le, apa yang tadi dipelajari di sekolah dan tanaman apa saja yang dibawa oleh teman-temanmu? " tanya si bapak

"Belajar menggambar dan mewarnai, setelah itu kami semua diperkenalkan jenis-jenis tanaman yang telah dibawa. Termasuk tanaman gelombang cinta yang tadi kubawa. Sekarang aku jadi tahu sedikit tentang nama-nama tanaman." jawab si kecil sambil melihat ke adiknya yang sedang asyik menonton film kartun kesukaannya.

"Memang begitu, sedikit demi sedikit dirimu akan diperkenalkan dengan alam sekitarmu seperti mengenal jenis-jenis tanaman hingga nantinya dirimu mengenal akan hal yang lainnya. Terus apa yang kau rasakan saat Bu Guru menjelaskan semuanya?" tanya si bapak kepada si kecil.

"Biasa saja pak, cuma aku merasa tanaman yang aku bawa paling  bagus diantara yang lainnya, paling  baik diantara yang dibawa teman-temanku. Pasti bu guru paling  suka dengan tanamanku. Betul begitu ya pak?" tanya si kecil

"Tentu saja tidak seperti itu, dirimu hendaknya jangan terlalu merasa apa yang tadi kamu bawa paling baik, paling berguna diantara yang lainnya. Karena itu akan membuat dirimu untuk menutup keindahan serta kegunaan dari masing-masing tanaman. Perlahan kesombongan, keangkuhan akan menutupi dirimu. " kata si bapak

"Ayo le, kita jalan-jalan sekitar rumah nanti bapak teruskan cerita tanamannya. Ambilkan adikmu sandal, kita ajak adik jalan-jalan agar juga belajar mengenal alam sekitar. Tidak hanya melihat film kartun saja, " kemudian mereka bertiga keluar membawa perlengkapan jalan-jalan seperti susu buat adik si kecil, minuman si kecil. Tentu saja terlebih dahulu si kecil dan adiknya berpamitan dahulu dengan si ibu yang sedang mempersiapkan makanan untuk  makan siang bersama.


Bertiga mereka berjalan menyusuri kampung, melihat kerbau yang sedang bekerja di sawah, melihat itik yang sedang mencari makan, burung-burung kunthul yang terbang, katak yang berlompatan di sawah, hingga ikan yang menari kesana-kemari di kolam. Setelah adik si kecil merasa capek, meraka bertigapun akhirnya duduk di bawah pohon kelapa. Dibuka bekal yang tadi dibawa, minuman dan susu untuk diminum. Terasa segar angin yang menerpa mereka.

Setelah melihat si kecil dan adiknya selesai meminum, si bapak akhirnya memulai pembicaraan dengan sikecil, "Bagaimana masih merasa capek  le ?"

"Sudah tidak terlalu capek pak. Ayo pak teruskan lagi cerita tentang tanaman yang tadi belum selesai di rumah, " kata si kecil.

"Coba le lihat pohon kelapa ini. Tinggi sekali pohonnya, kuat sekali batangnya . Coba bandingkan dengan rumput yang kita injak dan diduduki ini. Tentu saja mereka berbeda. Kelapa kelihatan begitu kuat dan gagah, sementara rumput ini begitu lemahnya. Tapi coba kamu ingat lagi, bukankah kalau ada petir yang menyambar-nyambar biasanya pohon kelapa yang akan tersambar lebih dahulu, terbakar dan akhirnya mati. Sementara rumput masih tetap tumbuh, walaupun berulangkali dipotong rumputnya. Belum tentu yang kuat akan bertahan lama, dan yang lemah akan cepat musnah. Sekarang kalau dilihat dari kegunaannya rumput inipun juga berguna, mampu menjadi makanan ternak. Kelapa juga berguna dari daun, buah, batang dan akarnya pun juga berguna. Coba teliti dibalik rerumputan ini, bukankah ada semut dan hewan lainnya yang merasa nyaman tinggal didalam kehangatan dan rimbunnya rumput ini. Lihat juga diatas kelapa, tampak burung manyar nyaman untuk tinggal dan membuat sarang di dahan yang ada. Kedamaian dan kehangatan yang dibagikan kepada sesamanya. Dari dua buah tanaman ini sbernarnya dirimu bisa belajar, masing-masing mempunyai kelebihan dan kelemahan. Yang lemah tidak selalu kalah, yang kuat tidak selalu menang. Kelebihan, kekurangan, kekuatan, kelemahan yang adadi dalam dirimu, adikmu, bapak dan semua orang. Semuanya memiliki, tidak ada yang sempurna. Hanya sedikit saja yang menyadarinya, mau menerima semunya itu, berdamai dengan diri sendiri, menggunakan dirinya untuk memberikan yang terbaik bagi sesamanya, mengasihi semua makhluk dengan ketulusan, kasih. Apa yang menjadi tindakannya, dilakukan karena menang itulah yang sudah menjadi tugas dan kewajibannya. Menyadari dirinya sebagai saranaNya untuk berkarya. Memberikan rasa hangat, nyaman , kedamaian bagi teman-temanmu . Seperti sang rumput ini yang tidak mengeluh setiap kali dipotong rumputnya. Tetap tumbuh agar mampu membagikan rumput bagi yang membutuhkan." kata si bapak dalam memberikan penjelasan kepada si kecil dan adiknya dari peljaran mengenal-mengenal tanaman .

"Ayo sekarang kita pulang, nanti ibumu menunggu. Sudah waktunya kita makan siang, kasihan adikmu sebentar lagi dia sudah waktunya untuk tidur siang," lanjut si bapak.

Mereka bertigapun akhirnya berjalan pulang kerumah, dan telah ditunggu makanan sayur asem dan pindang  serta sambal buatan si ibu. Setelah membersihkan tangan dan kaki terlebih dahulu, akhirnya mereka berempat menikmati keindahan dan kenikmatan beraneka tanaman yang telah bercampur menjadi sebuah sayuran, dengan memberikan rasa yang berbeda-beda dari masing masing jenis tanaman.